Kembalian Temuan BPK Jadi Kado di HUT Ke-38 PDAM Lawu Tirta Magetan

  • Whatsapp
PDAM Magetan
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MAGETAN – Hari ini Rabu 5 Mei 2021, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lawu Tirta di Kabupaten Magetan berulang tahun yang ke-38.

Ditengah kebahagian itu, perusahaan ber plat merah tersebut juga wajib mengembalikan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Atas kelebihan bagi hasil jasa produksi (Jaspro) tahun 2019 yang dibayarkan ke karyawan di tahun 2020 sebesar Rp268 juta.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: BPK: PDAM Magetan Ambil Untung Kemahalan

Kewajiban pemgembalian atas kelebihan Jaspro ini juga disampaikan oleh Bupati Suprawoto yang turut hadir sebagai pembina upacara dalam HUT perusahaan air minum tersebut.

“Temuan BPK atas kelebihan bagi hasil dari jasa produksi tersebut kami sudah perintahkan untuk dikembalikan. Siapapun, jika ada kekuranga volume kembalikan itu prinsipnya,” kata Bupati Suprawoto kepada nusadaily.com, Rabu (05/05/2021).

Baca Juga: Baru, Cluster Perkantoran di Magetan, Kantor Pol PP Tutup

Lebih lanjut ia menjelaskan itu hanya ada dua persepsi aturan yang lama dan baru. Kebetulan itu ada interpretasi yang keliru. Dan itu nanti pasti dikembalikan. Dan sudah diperintahkan dikembalikan.

Diberitakan sebelumya, BPK-RI saat berada di Kabupaten Magetan menemukan pengadaan mobil PCR yang dinilai kemahalan. Pembagian keuntungan pada jasa produksi di PDAM Lawu Tirta, dilaporkan kemahalan sebesar Rp265 juta.

Baca Juga: Tebing Genilangit Longsor, Saluran Air 3.000 KK Pelanggan PDAM Magetan Terputus

Hal tersebut akibat PDAM masih memakai Perda Kabupaten Magetan tahun 2012. Padahal sudah ada Peraturan Pemerintah (PP) yang baru tahun 2017.

Dalam PP baru hanya boleh mengambil pembagian keuntungan sebesar 5 persen saja. Tidak lagi 10 persen seperti pada perda tahun 2014 di atas.

Baca Juga: Tebing Longsor, 1500 Pelanggan PDAM Magetan Krisis Air

Akibat pengambilan untung 10 persen, tersebut, PDAM lawu tirta wajib mengembalikan kelebihan sebesar Rp265 juta. Artinya sejumlah 200 karyawan PDAM harus mengembalikan uang kurang lebih sebesar Rp.1,5 juta.

Selain temuan BPK di atas saat ini PDAM Lawu Tirta, juga menanggung kekurangan setor pajak kurang lebih sebesar Rp. 600 juta. (nto/ark)

Pos terkait

banner 468x60