Nilai Jual Tinggi, Banyuwangi Kembangkan Budidaya Jeruk Dekopon 

  • Whatsapp
Bupati Anas saat meninjau kebun budidaya jeruk dekopon di Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Potensi pertanian di Kabupaten Banyuwangi terus dikembangkan. Salah satunya jeruk dekopon yang saat ini menjadi salah satu buah primadona dengan harga jual cukup tinggi.

Sejumlah petani Banyuwangi sedang getol mengembangkan jeruk yang berasal dari Jepang tersebut. “Untuk harga dari petani Rp 50 ribu per kilogram. Permintaannya pun tinggi,” kata Sujarwo, petani Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Projo Yakin MK Mentahkan Gugatan Yusuf-Riza di Pilbup Banyuwangi

Menurut Sujarwo, permintaan jeruk dekopon paling banyak berasal dari kota-kota besar. “Saya memenuhi permintaan sejumlah langganan dari Jakarta, Surabaya dan sejumlah kota lainnya,” sebutnya.

Sujarwo menjelaskan, jeruk dekopon ini sudah mulai berbuah di usia tiga tahun. Produktivitasnya bisa mencapai 50-80 kilogram per pohon dalam satu tahun. 

“Jeruk ini berbuah tidak berdasarkan musim seperti jeruk Siam pada umumnya. Ini bisa berbuah sepanjang masa. Asalkan perawatannya dilakukan dengan baik,” ungkap Sujarwo yang memiliki lahan seluas 2,5 hektar tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan menyebutkan, kondisi lahan di Banyuwangi cocok untuk pengembangan jeruk Dekopon. “Perawatannya juga cukup mudah. Sama dengan jeruk lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi inovasi para petani. Bahkan, ia meminta Dinas Pertanian untuk lebih intensif mendampingi para petani jeruk tersebut.

“Inovasi ini perlu kita dukung. Bagaimana para petani bisa mengambangkan aneka varietas tanaman yang memiliki nilai jual tinggi,” ungkap Anas.

BACA JUGA: Sumber Air Panas Kepulungan Pasuruan Dipercaya Bikin Awet Muda

Anas menyebutkan, saat ini Pemkab Banyuwangi juga telah memberikan subsidi pupuk organik gratis untuk 400 hektare per kecamatan untuk tanaman pangan, dan ratusan hektare per kecamatan untuk tanaman hortikultura. Program ini juga telah berlangsung pada 2020.

“Dengan pemberian pupuk organik gratis ini, kami harap dapat membantu kebutuhan pupuk petani. Ini ke depan bantuan pupuk juga harus dinikmati petani jeruk di daerah Tegaldlimo ini,” ujarnya. (ozi/kal)

Pos terkait

banner 468x60