Kayutangan Heritage Banjir, Usai Aspal Berganti Batu Andesit dengan Anggaran 23 M

  • Whatsapp
Penampakan Kayutangan Heritage banjir. (istimewa)
banner 468x60

NOKTAHMERAH.COM – MALANG – “Horeeee, terima kasih pak walkot (Walikota), tempat wisatanya sungguh heritage sekali ya. Anggaran 23 M untuk mempertahankan genangan agar masyarakat senantiasa bergembira bisa menikmati danau buatan.”(Warganet)

Kota Malang, Jumat, 25 Desember sore, diguyur hujan deras sekitar 3 jam. Akibatnya, sejumlah titik dilanda banjir. Salah satunya, kawasan Kayutangan Heritage. Padahal, baru empat hari beroperasi setelah ditutup selama hampir dua bulan untuk proses revitalisasi.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Nusadaily.com, banjir terlihat sekitar 100 meter lebih di kawasan yang baru saja dibangun dengan dana sekitar 23 M. Kedalaman air banjir terlihat setinggi tumit kaki orang dewasa. Bahkan, kendaraan yang melintas, baik roda dua maupun roda empat, melintas perlahan. Padahal, sebelum direvitalisasi, kawasan tersebut tidak pernah banjir.

Hal tersebut mengundang reaksi warga net. Salah satu akun twitter @TheDarkArema sempat memosting sebuah video. Dalam video tersebut, tampak bahwa kawasan yang dilanda banjir adalah yang masih beraspal, bukan pada kawasan batu andesit.

“Daerah Kayutangan yang dulu gak pernag tergenang meskipub hujan deras, saat ini jadi titik genangan baru,” ujar akun tersebut.

Sementara, akun @pambudi_sih juga mengungkapkan hal senada. “Dulu, walaupun hujan deras, gak pernah tergenang gitu. Udan deres dilut wes koyok ngunu (hujan deras sebentar sudah seperti itu),” kata dia.

Sedangkan akun @erqi_zetta menambahkan, bahwa yang penuh dengan genangan adalah kawasan yang masih berupa jalan aspal, bukan pada kawasan batu andesit yang baru direvitalisasi.

“Seharusnya sih tidak menggenang disini. Kan tidak pernah. Memang yang banjir yang aspal bukan andesitnya,” kata dia.

Selain kawasan Kayutangan Heritage, banjir juga terpantau di Jembatan Metro Bandulan. Bahkan, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, banjir di kawasan tersebut nyaris menutupi ban sepeda motor. Sehingga, kendaraan yang melintas sangat berhati-hati.

Seiring dengan hujan yang semakin mereda, banjir di kedua kawasan tersebut mulai surut.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Ali Mulyanto mengungkapkan, hingga bulan Januari dan Februari nanti, intensitas hujan akan terus mengalami peningkatan berdasarkan prediksi dari BMKG.

“Dari prediksi BMKG, intensitas air hujan bertambah hingga 40 persen. Untuk itu, kami meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap terjadinya bencana,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada trhafap potensi bencana yang ada di lingkungan sekitar rumahnya.

“Masyarakat harus tetap waspada terhadap kondisi cuaca. Masing-masing masyarakat sudah tahu potensi bencana masing-masing daerahnya dan strateginya bagaimana, jadi harus tetap waspada,” kata dia.

Selain itu, untuk mengantisipasi agar hal tersebut tidak terjadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah memiliki sejumlah program.

“Seperti gerakan angkut sedimen dan sampah (gass) di wilayah aliran sungai, membuat sumur injeksi dan juga resapan,” tandas dia

Tanggapan Walikota Sutiaji

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, langsung melakukan identifikasi terhadap penyebab banjir. Diduga, sisa material proyek revitalisasi yang menghambat pergerakan air.

 “Sudah saya warning kepada pelaksana proyek untuk melakukan pembersihan,” tegas dia.

Selain kawasan tersebut, ternyata ada sejumlah titik di Kota Malang yang juga mengalami banjir akibat hujan deras selama kurang lebih tiga jam, yakni Jalan Ir. Rais (kawasan perkampungan Bareng, Kasin dan Tanjung) serta Jalan Soekarno Hatta.

Dalam melakukan identifikasi, orang nomor satu di Kota Malang itu langsung turun untuk melakukan peninjauan dengan menggunakan sandal jepit dan jas hujan secara spontan.

 “Begitu awal hujan, melalui jalur komunikasi pamong (camat dan lurah), saya minta laporan kondisi masing masing wilayah. Terpantau, ada dua titik yang awal ditengarahi potensi banjir,” kata dia.

Sutiaji menilai, penyebab banjir yang terjadi adalah sampah yang menumpuk. Padahal, sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah melakukan penyudetan agar air sungai bisa bergerak lancar.

“Kami sudah lakukan penyudetan di air sungai. Faktanya, setelah saya lihat langsung, kembali faktornya sampah dan sampah,” kata dia.

Sutiaji menegaskan, banjir tidak akan tuntas apabila perilaku kurang bertanggung jawab, yakni membuang sampah sembarangan masih saja terjadi. Untuk itu, ia kembali mengimbau warga Kota Malang untuk tidak buang sampah sembarangan dan merawat lingkungan dan prasarana kota.

“Lebih lebih pada kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini, jangan makin diperparah dengan tindakan-tindakan yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehat,” tandas dia.

Reaksi Warganet

Kawasan Kayutangan Heritage dilanda banjir, Jumat (25/12) akibat hujan deras yang mengguyur Kota Malang. Hal tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari warganet.

Tak sedikit juga warga net yang memberikan komentar sarkastik. Seperti akun @Masmas998877. “Kejadian ini membuktikan bahwa menangani banjir, jalan berlubang dan hal urgent lainnya lebih penting daripada sekadar memperindah jalan yang ternyata gak indah-indah banget,” kata dia.

Sementara, akun @yuwonooktav menambahkan, banjir di kawasan tersebut memberikan wahana baru. “Menciptakan wahana baru sebagai hiburan agar masyarakat senantiasa happy. Good job pemerintahan!” kata dia.

Sementara itu, akun @dududsyalala juga memberikan komentar terhadap banjir yang menimpa kawasan tersebut.

“Horeeee, terima kasih pak walkot (Walikota), tempat wisatanya sungguh heritage sekali ya,” kata dia.

Sedangkan akun @mir_ahbmaghfi menambahkan, banjir yang melanda kawasan tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang ada.

“Anggaran 23 M untuk mempertahankan genangan agar masyarakat senantiasa bergembira bisa menikmati danau buatan,” papar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras melanda Kota Malang, Jumat (25/12). Akibatnya, sejumlah titik mengalami banjir. Salah satunya, kawasan Kayutangan Heritage yang baru sekitar empat hari beroperasi setelah ditutup selama hampir dua bulan, untuk proses revitalisasi.(nda/lna)