Kamis, 20 Januari 2022
BerandaRegionalDitengarai Cemari Kali Kebo, Agro Kusuma Wisata Tepis Jika Saluran IPAL Bocor

Ditengarai Cemari Kali Kebo, Agro Kusuma Wisata Tepis Jika Saluran IPAL Bocor

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– DLH Kota Batu mengungkapkan jika aliran Kali Kebo, Kampung Damai, Kelurahan Ngaglik tercemar dari dua tempat berbeda. Salah satu sumber pencemaran berasal dari Kusuma Agrowisata, sebuah produsen minuman kemasan sari buah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala DLH Kota Batu, Aris Setiawan mengatakan jika terjadi kebocoran¬† saluran instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di produsen minuman itu. Tim Pengawasan Lingkungan DLH Kota Batu telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan kepada pihak manajemen Kusuma Agrowisata. “Sudah dilakukan pembenahan dan telah ada progres,” tutur Aris dilansir Nusadaily.com

Saat dikonfirmasi, Pimpinan Divisi Industri Kusuma Agrowisata, Supriyanto menampik jika terjadi kebocoran pada saluran IPAL. Pihaknya mengaku jika selalu rutin melakukan perawatan berkala. Pihaknya pun merasa kebingungan jika dituding sebagai biang pencemaran aliran Kali Kebo.

“Setiap bulan kami juga rutin melakukan baku mutu limbah. Hasilnya juga sudah sesuai standar,” terang Supriyanto saat ditemui di Kusuma Agrowisata (Selasa, 18/5).

Ia menuturkan, Tim Pengawas dan Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kota Batu telah berkunjung dan meninjau pengelolaan limbah di Agro Kusuma. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan cair. Limbah cair itu, kata Supriyanto, merupakan cairan dari sisa-sisa pembersihan alat produksi.

“Mereka juga sudah periksa juga termasuk di output hasil pengolahan limbah yang dialirkan ke aliran kali. Tidak ada kebocoran,” sanggah Supriyanto.

Lebih lanjut, Supriyanto juga menyampaikan rekomendasi yang diberikan DLH Kota Batu. Rekomendasi itu berupa pemilahan limbah cair dan padat. Memang diakuinya, jika pihaknya sering berkonsultasi dengan DLH dalam penanganan limbah. “Kami akan tunggu  tindakan lebih lanjut dari DLH, kalau memang sumber pencemaran dari sini,” imbuhnya.

Supriyanto yang didampingi HRD Kusuma Agrowisata, Frans Kurniawan justru berkeyakinan lain. Sumber pencemaran bukan dari tempat produksi minuman kemasan sari buah itu. Melainkan dari usaha produksi olahan skala rumah tangga.

“Karena di dekat sini ada home industri dan ternak sapi juga. Mungkin limbah yang telah diolah dari sini bercampur dengan limbah-limbah dari tempat tersebut,” jawab dia.

Ia menjelaskan, limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi akan diolah lebih dulu selama tiga hari. Limbah itu ditampung dalam bak-bak beton untuk dilakukan proses filtrasi hingga mencapai baku mutu limbah. Selanjutnya limbah yang telah sesuai baku mutu akan dialirkan ke aliran kali yang berada di dekat tempat produksi.

“Yang sudah sesuai standar baku mutu limbah kemudian disalurkan ke aliran kali dekat sini. Saya nggak tahu alirannya apa mengarah ke Kali Kebo,” sahut dia.

Meski begitu, saat diminta untuk menunjukkan tempat pengolahan limbah, Supriyanto dan Frans belum bisa menunjukkan. Keduanya beralasan jika ruangannya terkunci.

“Wah nggak bisa karena masih libur dan belum produksi. Ruangannya dikunci juga karena karyawan produksi belum masuk,” ujarnya. (wok/wan)

+ posts
- Advertisement -
BERITA TERBARU
terkait