Cinta Ditolak, ABG SMP Ngawi Nekat Bunuh Diri, Untungnya…

  • Whatsapp
Tangkapan layar vidio amatir warga.
banner 468x60

NOKTAHMERAH.COM – NGAWI – Karena cintanya ditolak, seorang anak baru gede (ABG) yang masih berstatus pelajar SMP nekat dan mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan Ngunengan.

Aliran sungai bengawan Solo pada jembatan Ngunengan pada Desa Sriguwak Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi sekarang identik dengan bunuh diri. Sebelumnya diberitakan seorang perempuan PNS bunuh diri di lokasi itu dan jasadnya diketemukan tewas di Bojonegoro tiga hari setelahnya.

Bacaan Lainnya

Pada Jumat sore, 19 Februari 2021, kembali ada percobaan bunuh diri dengan terjun kealiran Bengawan Solo dari jembatan Ngunengan tersebut. Beruntung korban tidak tewas karena tersangkut duri duri pohon bambu yang tumbuh disepanjang aliran bengawan tersebut. Korban diselamatkan oleh pemancing yang ada di bawahnya.

Diceritakan warga setempat kepada nusadaily.com, bahwa peristiwa percobaan bunuh diri tersebut berlangsung sangat cepat sehingga luput dari pantauan media lokal.

”Jum’at tanggal 19 Februari 2021 sekira pukul 14.00 wib, pemancing mendengar ada ada orang ribut ribut di atas jembatan “Ojo ngono, ojo bunuh diri”. Selang seberapa lama, pak Widodo yang memancing melihat ada seorang laki-laki yang tersangkut di pohon bambu pada aliran bengawan,” kata Adi, Sabtu (20/02/2021).

Melihat hal tersebut, lanjutnya, pemancing bergegas memberikan pertolongan. Kaki orang tersebut ditarik ketepi, kemudian datang bantuan dari pemancing lainya.

”Setelah berhasil diselamatkan, datang seorang laki laki mengaku orang tuanya dan membawanya pulang,” jelasnya.

Belakangan korban percobaan bunuh diri tersebut diketahui bernama Bagas (14) pelajar kelas 3 SMPN Nglebak, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

”Informasi yang saya dapat adalah karena persoalan asmara dengan seorang gadis. Cintanya ditolak kemudian berniat bunuh diri. Rencananya tersebut sempat diketahui oleh orang tuanya dan diikuti dari Blora hingga ke Kabupaten Ngawi,” terang Adi.

Adi menambahkan jika kini korban percobaan bunuh diri tersebut sudah dibawa pulang oleh orang tuanya.

” Yang jelas usai diselamatkan korban langsung diajak pulang oleh orang tuanya ke Blora Jawa Tengah, persoalan pastinya apa saya tidak tau persis. Entah asmara entah bertengkar dengan keluarga, ” pungkas Adi Susilo. (nto/kal)