Kapal Rusak Dihantam Badai, Nelayan Kupang Kehilangan Pekerjaan

  • Whatsapp
Nelayan pantai Pasir Panjang Kota Kupang NTT kini tidak bisa melaut karena kapalnya rusak.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KUPANG – Akibat dihantam gelombang saat badai Siklon Tropis Seroja, seluruh kapal nelayan pantai Pasir Panjang Kota Kupang  NTT rusak. Mereka kini kehilangan mata pencaharian karena tidak adanya sarana melaut. 

Hal ini disampaikan salah seorang Nelayan, Omri Djo Lelang yang ditemui Nusadaily.com di Pasar Ikan Felaleo, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, NTT, Rabu(14/04/21). “Sekarang semua nelayan di rumah, tidak ada lagi yang melaut karena kapal rusak. Padahal biasanya setiap jam semua nelayan (berada) di laut untuk mencari ikan. Namun akibat bencana alam badai Tropis Seroja, kapal kami rusak. Semua tidak dapat dipakai dan ada yang hanyut,” jelas Omri sambil berlinang air mata menatap puing-puing kapalnya yang hancur.

Bacaan Lainnya

Aktivitas pasca badai, Omri menyampaikan tak ada aktivitas lagi di laut. “Setelah kapal kami rusak, ya.. kita di rumah saja. Tapi rumah juga hancur diterjang badai,” ujar Omri

Omri berharap pemerintah segera memberikan bantuan kepada nelayan terdampak di seluruh Kota Kupang.

“Jadi kita berharap pemerintah memberikan bantuan agar kami bisa  menyambung hidup, cari nafkah. Kami ingin perahu yang rusak akibat badai bisa diganti baru, supaya kami bisa kerja lagi. Kalau tidak, kami mau mencari ikan di laut pakai apa?” harap Omri.

Hal senada juga diungkap Gersom nelayan lainnya. Gersom Dopong Tonung menyampaikan bahwa badai telah menyebabkan kehilangan mata pencaharian.
“Kami sehari – hari melaut, cari nafkah. Pasca bencana ini hidup sangat susah.  Kapal saya rusak parah, ini besong (kalian) lihat sendiri,” ungkap Gersom sambil menunjuk ke arah puing kapal yang patah dan beberapa bagiannya patah.

Terkait kapal yang hilang, Gersom menjelaskan bahwa telah berusaha mencari namun keterbatasan fasilitas pencarian. “Kapal kami yang hilang, kami su (sudah) berusaha mencari tapi kami tidak ada kapal yang bisa dipakai untuk bantu cari, karena semua kapal rusak. Mau bagaimana lai (lagi),” jelas Gersom.

Gersom mengaku pasrah dan berharap adanya bantuan pemerintah.
“Kita harap kapal kita yang hancur ini dapat diganti dengan yang baru  supaya kami bisa cari nafkah kembali. Sekarang kalau pemerintah tidak cepat bantu kita, ya.. kita tunggu saja kapan kita lewat (mati) sudah,” pungkas Gersom yang terlihat pasrah.

Informasi yang dihimpun Nusadaily.com semua nelayan pasir panjang terdampak dalam bencana badai Siklon Tropis Seroja. Kapal yang hancur dan hilang khusus untuk ukuran 3 GT – 10 GT berjumlah 18 buah. Jumlah ini belum terhitung dengan kapal di bawah ukuran 3 GT yang jumlanya lebih dari 30 buah. Nusadaily.com juga menemui beberapa kelompok nelayan dengan keluhan dan harapan yang sama. (bai/wan)

Pos terkait

banner 468x60