Harimau Masuk Kebun Riset Unsri, Rektorat Minta Civitas Tunda Riset

  • Whatsapp
harimau sumatera
Ilustrasi Harimau Sumatera (Foto : Antara/HO)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-PALEMBANG – Seekor harimau dilaporkan muncul di area kebun riset Komplek Universitas Sriwijaya (Unsri) kampus Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Laporan yang masuk ke pihak universitas menyebutkan harimau itu telah enam hari terakhir berkeliaran.

Kepala Kebun Riset Unsri Kampus Indralaya, M. Umar Harun di Palembang, Kamis 9 Januari 2020 membenarkan laporan mahasiswa dan penyadap karet itu. Mereka mengaku telah melihat satwa serupa harimau pada dua hari berbeda.

Baca Juga

“Ini dua versi, ada yang bilang macan tapi ada juga mengatakan harimau,” ujarnya.

Menurut laporan, kemunculan harimau pertama kali diterimanya pada Sabtu 4 Januari 2020 saat seorang mahasiswa tengah melaksanakan riset di kebun kelapa sawit. Mahasiswa tersebut mengaku mendengar suara auman namun tidak melihat wujud sumber suara karena langsung berlari ketakutan.

Laporan kedua diterima pada Selasa 7 Januari 2020 saat seorang penyadap karet mengaku melihat hewan sebesar anak sapi yang memiliki belang. Lokasinya tidak jauh dari lokasi laporan pertama, namum si penyadap melihatnya dari jarak cukup jauh dan menjelang maghrib, sehingga tidak terlalu jelas.

“Kami juga sudah ke lokasi dan melihat ada jejak-jejak, tapi kami belum tahu apa itu jejak macan atau harimau karena kami bukan ahlinya,” tambah Umar Harun.

Terkait laporan tersebut, ia sudah menghimbau seluruh civitas akademika untuk menghentikan sementara aktifitas riset di area perkebunan Unsri. Pihaknya juga telah melapor ke BKSDA untuk meminta bantuan pengecekan.

Area kebun riset kampus Unsri Indralaya, kata dia, memiliki luas 200 hektar yang didominasi semak belukar. Sejumlah 30 hektar diantaranya merupakan kebun sawit aktif dan 15 hektar kebun karet.

Kebun tersebut berbatasan dengan kebun warga yang dibatasi tembok beton setinggi dua meter dan membentang puluhan kilometer tersambung dengan seluruh tembok pagar Kampus Unsri Indralaya.

“Setahu kami di dalam perkebunan itu memang masih banyak babi, tapi untuk predator semacam harimau atau macam kami belum pernah lihat,” ungkap Umar.

Sebelum adanya laporan dari Unsri, sempat juga beredar informasi jika harimau terlihat oleh warga di perkebunan Desa Sri Kembang Badar, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir pada Kamis 2 Januari 2020.

Sementara Kepala BKSDA Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan telah menerima laporan terkait kemunculan satwa diduga harimau tersebut, namun pihaknya akan mengecek guna memastikan kebenarannya.

“Yang pasti selama ini kami tidak punya data keberadaan harimau di lokasi tersebut (Ogan Ilir), dan juga lokasi dengan kantong harimau terdekat jaraknya mencapai 90 kilometer,” ujar Genman.

Tutupan lahan diantara kantong habitat dan Unsri cenderung sangat kecil, tambah dia sehingga secara ilmiah kecil juga kemungkinan ada harimau di lokasi tersebut. (ant/yos)

Post Terkait

banner 468x60