Para Mahasiswa Berbagai Perguruan Tinggi Bergerak Lawan COVID-19

  • Whatsapp
banner 468x60

NOKTAHMERAH.COM-JAKARTA-Para mahasiswa yang tergabung dalam Corona Crisis Centre Pemuda Indonesia (CCC PI) turun ke jalan. Sehingga akhirnya Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Aksi tersebut digagas Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta), Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD GAMKI DKI Jakarta) dan Barisan Serbaguna Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Brisena DPP GAMKI).

Baca Juga

Sejumlah relawan Corona Crisis Centre dalam Gabungan Volunteer atau Sukarelawan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dan Universitas di Jakarta. Ketika itu menggelar aksi Gerakan Mahasiswa Cegah Penyebaran COVID-19 di beberapa titik Jakarta.

Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Jakarta (Ketua GMKI Cabang Jakarta) yang menjadi Koordinator Aksi, Donni Gorga Manurung sebagaimana dilansir dari nusadaily.com, Rabu (15/4/2020). Menurut dia, lokasi yang dijadikan sasaran sosialisasi dan edukasi  ada di beberapa tempat.

Di antaranya adalah Halte Busway UKI, Stasiun Cawang, Stasiun Manggarai, Stasiun Gambir, Stasiun Senen, Stasiun MRT Tamrin, Halte Busway Tosari, Halte Busway Dukuh Atas, Mall Fx Sudirman dan Stasiun Lebak Bulus.

Dia menyampaikan, tujuan gerakan ini adalah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Ibukota Jakarta. Ketika itu ternyata masih cukup banyak yang beraktivitas, meskipun Gubernur DKI Jakarta sudah menetapkan Situasi Tanggap Darurat COVID-19.

“Gerakan Mahasiswa ini juga mendukung program pemerintah Pusat maupun daerah dengan cara menyampaikan imbauan ‘Social Distancing & Stay at Home’,” ungkap Donni.

Gerakan ini juga merupakan kampanye mentaati program pemerintah Social Distancing & Stay at Home, sebagai salah satu gerakan mahasiswa mendukung program pemerintah Pusat maupun Daerah dalam mencegah penyebaran COVID-19.

“Semoga masyarakat Ibukota Jakarta memahami dan mentaati program Pemerintah Social Distancing dan Stay at Home, dan wabah COVID-19 segera bisa diatasi bersama-sama dengan baik,” jelasnya.

Kata dia aksi tersebut dilakukan selama berhari-hari. Kemudian ditindaklanjuti dengan keluarnya aturan PSBB dari Gubernur Jakarta. Dengan demikian aksi dari mahasiswa dipahami pemerintah. Dan sesuai target, bahwa masyarakat harus memahami situasi dan program pemerintah Social Distancing & Stay at Home.

Masker Masih Langka, Upaya Penindakan Penimbun Masker Dipertanyakan

Sementara itu, Ketua Barisan Serbaguna Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Brisena DPP GAMKI), yang juga pasukan Corona Crisis Centre Pemuda Indonesia (CCC PI), Marthin Laurel Siahan mempertanyakan upaya penyediaan masker, hand sanitizer dan berbagai kebutuhan dasar lainnya dalam menghadapi serangan virus corona ini.

Soalnya, sejumlah informasi mengenai adanya penimbun masker dan operasi penggerebekan masker, kini tak jelas keberadaannya.

“Kalau penimbun masker sudah digerebek dan sudah ditindak, mana? Seharusnya masker itu diselamatkan dan diberikan gratis kepada masyarakat. Situasi seperti sekarang, janganlah bermain-main,” tutur Marthin.

Apalagi, lanjutnya, di pasaran, keberadaaan masker sampai saat ini masih sangat langka. Bahkan, kalau pun ada, masih sangat tinggi harganya. “Di pasar, dan di pedagang-pedagang online, kami cek, masih sangat tinggi. Ini masker saja kok Negara kita kesulitan mengadakannya? Ada apa ini,” tandas Martin.(cak)

Post Terkait

banner 468x60