Senin, 6 Desember 2021
BerandaMetropolitanLuhut Vs Haris Azhar-Fatia Ibarat Metromini Senggol Ojek

Luhut Vs Haris Azhar-Fatia Ibarat Metromini Senggol Ojek

NOKTAMERHA.COM – JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, melaporkan Haris Azhar dari Lokataru dan Fatia Maulidianti dari KontraS ke Polda Metro Jaya terkait pencemaran nama baik.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Menurut Jazilul Fawaid, Anggota Komisi III dari Fraksi DPR RI, laporan Luhut ini diibaratkan seperti metromini menyenggol tukang ojek.

“Hemat kami, ini ibarat metromini nyenggol tukang ojek. Yang besar nyenggol yang kecil, yang besar akan dianggap bersalah oleh opini publik. Semoga ada jalan terbaik,” ujar Jazilul, dikutip dari detikcom, Rabu (22/9/2021).

BACA JUGA: Kasus Luhut Versus Haris Azhar-Fatia Masuki Babak Baru



Jazilul menyebut lebih baik ada ‘win-win solution’ terkait permasalahan Luhut, Haris, dan Fatia itu.

Namun, ia tetap mempersilahkan ketiganya menempuh proses hukum bila tak terjadi kesepakatan dalam mediasi.

Sementara itu, anggota Komisi III Fraksi PPP, Arsul Sani, menilai laporan Luhut ini bisa menjadi momentum Polri mengaplikasikan restorative justice atau mengedepankan mediasi.

BACA JUGA: Luhut Ungkap Capaian Penanganan COVID-19 dan Prediksi Kasus Harian



“Laporan LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) kepada polisi atas dugaan pencemaran nama baik atau penistaan melalui sarana ITE bisa menjadi momentum bagi penegak hukum Polri untuk mengupayakan penyelesaian berbasis keadilan restoratif. Publik karenanya perlu mendukung Polri untuk mengedepankan penerapan keadilan restoratif dalam kasus ini,” imbuh Arsul.

Menurutnya, laporan Luhut perlu disikapi sebagai hak warga negara untuk melapor karena merasa dirugikan. Arsul meminta masyarakat tidak terlalu menitik beratkan kepada pejabat negara yang anti-kritik.

“Yang paling penting adalah bagaimana publik bersama-sama bisa mendorong agar kasus-kasus seperti ini bisa terselesaikan dengan pendekatan restoratif tadi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Luhut akhirnya menempuh jalur hukum setelah somasi yang dilayangkan kepada Haris Azhar dan Fatia tidak digubris. Luhut juga menggugat Haris Azhar dan Fatia sebesar Rp 100 miliar.

“Kamu (Haris Azhar dan Fatia) sudah disomasi sama Pak Juniver (pengacara Luhut) dua kali kan sudah cukup,” kata Luhut di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

BACA JUGA: Haris Azhar dan KontraS di Somasi Luhut, Ada Apa?


Laporan Luhut itu kini telah diterima pihak Polda Metro Jaya. Laporannya teregister dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021.

Selain itu, Luhut mengaku telah meminta keduanya menyampaikan permintaan maaf atas tudingannya tersebut, namun tidak pernah ada respons. Dia menyebut laporan ini pun diambil untuk menjaga nama baiknya dan keluarga besarnya.

BACA JUGA: Menko Luhut Apresiasi Vaksinasi untuk Pelaku UMKM Digital dan Logistik

“Saya kan harus mempertahankan nama baik saya, anak-cucu saya. Jadi saya kira sudah keterlaluan karena dua kali saya sudah (minta) maaf nggak mau minta maaf. Sekarang kita ambil jalur hukum jadi saya pidanakan dan perdatakan,” terang Luhut.(sir)

+ posts
- Advertisement -
AnyFlip LightBox Embed Demo
BERITA TERBARU
- Advertisement -spot_img
Popular
terkait
- Advertisement -spot_img