Senin, 6 Desember 2021
BerandaNewsKaltim Gelar Bimtek Capil Wujudkan Pelayanan Cepat dan Mudah

Kaltim Gelar Bimtek Capil Wujudkan Pelayanan Cepat dan Mudah

NOKTAHMERAH.COM – BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui instansi terkait menggelar Bimbingan Teknis Pencatatan Sipil (Bimtek Capil) bagi 40 peserta dari Dinas Capil 10 kabupaten/kota, untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan sehingga terwujud pelayanan yang cepat, akurat dan mudah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Pemerintah terus berupaya meningkatkan layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat agar makin mudah, akurat, dan cepat,” ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim Noryani Sorayalita di Balikpapan, Kamis.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Salurkan 30 Ton Oksigen Medis ke Rumah Sakit di Bontang

Saat membuka pelatihan tersebut ia juga mengatakan, pengurusan dokumen kependudukan yang memerlukan pengantar Ketua RT/RW, kepala desa/lurah, hanya dalam pelayanan pencatatan biodata penduduk.

“Sedangkan pelayanan Adminduk sama sekali tak memerlukan pengantar RT/RW/, desa/kelurahan. Pengantar RT/RW tidak dibutuhkan karena database pemerintah telah sangat baik merekap identitas seluruh penduduk,” katanya.

Di tingkat RT/RW, katanya, tidak memiliki data yang sebaik itu. Namun pengantar RT/RW dibutuhkan jika ada bayi lahir di rumah, orang meninggal di rumah, orang mau masuk ke KK untuk pertama kali, tapi ketika data dan dokumennya sudah lengkap di Dukcapil, maka tidak perlu pengantar tersebut.

“Dari beberapa peristiwa penting dalam pencatatan sipil tersebut, hal yang perlu menjadi perhatian adalah peningkatan cakupan kepemilikan akta kematian,” katanya.

Akta kematian merupakan bukti sah mengenai status kematian seseorang yang diperlukan sebagai dasar pembagian hak waris, penetapan status janda/ duda pasangan yang ditinggalkan, pengurusan asuransi, pensiun, dan perbankan.

Baca Juga: Satpol PP Kaltim Perketat Patroli Selama PPKM Darurat

Saat ini penduduk yang melaporkan peristiwa kematian masih rendah, sehingga perlu upaya lebih sistematis dan terfokus agar data kependudukan bisa ditingkatkan akurasinya, sementara peristiwa kematian wajib dilaporkan selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal kematian.

“Namun berdasarkan laporan dari kabupaten/kota per 28 Juni 2021, akta kematian yang diterbitkan baru berjumlah 248.482 lembar. Ini bukti bahwa masih rendahnya penduduk yang melaporkan peristiwa kematian,” katanya. (nd6)

+ posts
- Advertisement -
AnyFlip LightBox Embed Demo
BERITA TERBARU
- Advertisement -spot_img
Popular
terkait
- Advertisement -spot_img