Dugaan Pelecehan Seksual di SPI, Dewan Pengawas Pendidikan Minta Dindik Jatim Bentuk Tim Investigasi

  • Whatsapp
dinas pendidikan
Dewan Pengawas Pendidikan Jatim meminta Dindik Pemprov Jatim melakukan pendalaman atas temuan Komnas PA.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Dugaan kasus pelecehan seksual yang menimpa belasan siswi sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kota Batu mengejutkan banyak pihak.

Pasalnya sekolah ini memiliki reputasi mentereng dengan sederet torehan prestasi. SPI didirikan sejak tahun 2007 lalu dengan konsep boarding school.

Bacaan Lainnya

Sekolah swasta gratis ini menampung anak-anak kurang mampu dari berbagai daerah yang kesulitan mengakses pendidikan. Mereka dibina agar memiliki jiwa kewirausahaan.

Baca Juga: Anggota Komisi X DPR RI Berikan Tanggapan Dugaan Pelecehan Seksual di Sekolah SPI Kota Batu

Kini perhatian publik tersita bukan pada tujuan mulia dan prestasi yang diukir SPI. Publik terbelalak dengan skandal dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pendiri SPI berinisial JE.

Mencuatnya kasus itu, setelah 3 dari 15 siswi SPI, korban dugaan pelecehan seksual melapor ke Polda Jatim. Komnas PA memberi pendampingan kepada ketiga korban saat melapor pada Sabtu lalu (29/5).

“Bungkusnya sekolah namun ada sumber petaka di sekolah itu. Komnas PA mencatat tiga perkara. Pelecehan seksual, kekerasan fisik maupun verbal dan eksploitasi ekonomi. Anak-anak diperkejakan melebihi jam kerja dan tak mendapat upah layak,” ungkap Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait ketika mendampingi tiga korban di Mapolda Jatim (Sabtu, 29/5).

Baca Juga: DPR RI Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sekolah SPI Kota Batu

Beberapa hal yang menjadi catatan Komnas PA membuat Dewan Pendidikan Jatim terperangah. Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Daniel Rohi meminta agar Dindik Pemprov Jatim menerjunkan tim untuk menginvestigasi di lembaga pendidikan itu.

Pendalaman secara komprehensif perlu dilakukan untuk mengetahui metode pendidikan yang diterapkan. Serta mengungkap akar persoalan agar bisa mendaapat kebenaran seutuhnya.

“Harapan kami proses pembelajaran bisa tetap berjalan seperti biasa dan tidak terganggu dengan kasus yang sedang terjadi. Sehingga siswa tidak dirugikan karena sekolahan mereka mengalami pemberitaan yang sangat luas akhir-akhir ini,” harap dia.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Seksual, Kuasa Hukum Pendiri Sekolah SPI Batu Minta Masyarakat Tak Beropini

Dengan adanya dugaan kasus, tambah Daniel pihak sekolah wajib meningkatkan pengawasan terhadap semua elemen agar tidak terjadi hal yang sama di masa-masa mendatang.

“Pengawasan harus ditingkatkan, agar tidak ada hal serupa dimasa mendatang terlebih pada peserta didik,” tegasnya.

Daniel mengatakan, jika hal ini betul-betul terjadi, maka sebuah ironi yang menampar dunia pendidikan. Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi agen perubahan sosial, justru sangat disayangkan jika mereproduksi tindakan asusila maupun kekerasan fisik.

Baca Juga: Tiga Siswi SPI Dugaan Pelecehan Seksual Jalani Visum, Komnas PA: Tersimpan Petaka di Situ

“Keinginan kami dugaan kasus ini bisa diproses secara hukum dan kami kawal agar transparan serta adil. Supaya semua yang terlibat dalam kasus ini bisa dapat hukuman setimpal dengan perbuatan mereka,” jelas Daniel.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari menyayangkan bila kasus yang dilaporkan ke kepolisian benar-benar terbukti. Ia tidak mencurigai sama sekali sebelumnya karena SPI ini sekolah yang luar biasa untuk pembelajaran tentang pariwisata dan kewirausahaan.

“Karena sekolah SPI merupakan kebanggaan semua, tak hanya di Kota Batu tapi mungkin se-Jawa Timur atau Indonesia. Tapi kembali lagi harus tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, namun keadilan harus tetap ditegakkan agar bisa menjadi pembelajaran semua pihak terutama bagi lembaga pendidikan,” urai Khamim.

Dirinya juga mendesak kepada Dindik Provinsi Jatim untuk memberikan pengawasan yang lebih seiring timbulnya perkara ini.

“Saya sudah berkoordinasi dengan UPT Cabang Dindik Provinsi Jatim untuk Malang Raya. Katanya mereka juga sedang menunggu berjalannya proses hukum yang ada,” urainya.

Hasil koordinasi tersebut menurut Khamim memberikan informasi bila pihak DPRD Jatim dan Dindik Provinsi Jatim akan melakukan kunjungan pada Rabu besok (2/6).

“Adanya masalah ini kami terus berkoordinasi dengan mereka, kami berharap persoalan ini tidak berdampak lebih kepada sekolah-sekolah lainnya karena kegiatan pembelajaran tatap muka di Kota Batu akan dimulai dalam waktu dekat,” pungkasnya. (wok/ark)

Pos terkait

banner 468x60