12 Kendaraan dari Luar Rayon Malang Raya Dihadang Petugas di Pos Penyekatan Kambal

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Pemerintah telah menetapkan larangan mudik. Meski begitu masih saja ada saja pengendara dari luar rayon yang hendak masuk ke wilayah Malang Raya. Malang Raya ditetapkan sebagai rayonisasi II meliputi Kabupaten/Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten/Kota Pasuruan dan Kabupaten/Kota Probolinggo.

Bacaan Lainnya

Bagi pengendara yang berasal dari luar rayon tak diperkenankan masuk ke rayon lainnya. Terkecuali dengan syarat ketentuan khusus. Seperti yang terlihat di pos penyekatan Kambal, Ngantang, Kabupaten Malang. Jalur penghubung ini berbatasan dengan wilayah Blitar. Sebanyak 12 kendaraan dari arah Blitar diminta untuk putar balik oleh petugas pada hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2021.

Kanit Provos Polsek Ngantang, Ipda Supriyanto menuturkan, kendaraan yang dipaksa putar balik tersebut rata rata lantaran tak dapat menunjukkan identitas diri atau KTP. Serta nopol kendaraanya berasal dari luar rayonisasi Malang Raya.

“Meski surat kendaraan lengkap, tapi bagi yang tidak bisa menunjukkan KTP kita minta putar balik. Sementara kendaraannya plat luar Malang, makanya kita minta putar balik,” ujarnya, Minggu (9/5).

Dia mengimbau agar masyarakat tak melakukan kegiatan mudik lebaran tahun ini. Hal ini dilakukan demi tetap menjaga keluarga dikampung halaman tetap terbebas dari paparan Covid-19 “Kami berharap masyarakat tidak melaksanakan mudik, kalau wisata monggo. Karena kalau mudik itu rawan terjadi penularan Covid-19,” ucapnya.

Personel kepolisian disiagakan 24 jam di pos penyekatan Kambal. Namun, pemeriksaan pengendara dilakukan 3 waktu dalam sehari. Pemeriksaan dilakukan ketika jam-jam padat pengendara. Para petugas melakukan pemeriksaan identitas pengendara dan surat kendaraan. Serta memintai keterangan dari pengendara terkait tujuan perjalanan pada Pos Penyekatan Kambal.

Pemantauan Tidak 24 Jam

“Di sini kita sifatnya tentatif, tidak 24 jam melakukan pemeriksaan, karena kita personelnya terbatas. Kita memantau jam jam rawan dan jam ramai pengendara. Kita 3 kali pemeriksaan, pagi selesai apel, siang jam 1 keatas sampai jam 6, dan malam,” tambahnya.

Selain menghadang pengendara dari luar rayon, petugas juga menghentikan satu kendaraan yang bernopol dalam rayonisasi Malang Raya. Mobil yang dihentikan dikemudikan warga asal Ngantang.

Mobil itu diminta putar balik karena memuat penumpang melebihi kapasitas yang abai protokol kesehatan. Mobil itu memuat 10 penumpang sehingga petugas meminta mengurangi jumlah penumpang. Rombongan penumpang itu mengaku hendak ke Kota Batu untuk berbelanja serta hendak mengunjungi saudaranya di Pujon.

“Agar sesuai prokes Covid-19. Bisa membahayakan kesehatan mereka dan keluarga yang hendak dikunjungi. Karena mobil itu melebihi kapasitas, diisi 10 penumpang tadi. Makanya saya minta putar balik,” lanjut dia.

Selain itu, pengemudi juga tidak bisa menunjukkan identitas diri kepada petugas. Dimana dalam larangan mudik lebaran, identitas diri atau KTP menjadi salah satu persyaratan yang wajib dibawa oleh pengendara dalam larangan mudik. Meski begitu, pihaknya tak melarang aktivitas perjalanan terkait keperluan berbelanja maupun mengunjungi keluarga. “Namun disebutkan, pengendara wajib menerapkan protokol kesehatan dan syarat perjalanan sesuai aturan yang ada,” timpal dia.(wok/aka)

Pos terkait

banner 468x60