YLKI Desak Investigasi, soal 60 Persen Produk Nestle Tak Sehat

  • Whatsapp
YLKI mendesak BPOM untuk menginvestigasi temuan bahwa lebih dari 60 persen makanan dan minuman Nestle tidak memenuhi standar kesehatan yang berlaku. (iStockphoto).
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengklarifikasi dan melakukan investigasi terhadap dokumen internal Nestle yang bocor. Dalam dokumen itu disebutkan lebih dari 60 persen produk makanan minuman (mamin) tidak memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyebut BPOM sebagai lembaga yang memberikan sertifikasi keamanan makanan-minuman dan obat-obatan memiliki peran dan bertanggung jawab terhadap temuan tersebut.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Gawat! 60 Persen Produk Makanan dan Minuman Nestle Tak Sehat – Nusadaily.com

“Kalau betul dokumen menyatakan tidak sehat, tentu harus diinvestigasi. Kalau secara rasional BPOM harus melakukan investigasi lebih detail untuk meyakinkan perlindungan kepada konsumen karena menyangkut keamanan pangan,” jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/6).

Selain itu, Tulus juga mendesak BPOM untuk memberikan penjelasan terkait terminologi dan standar kesehatan yang diterapkan karena konsumen berhak diinformasikan terkait standar yang berlaku.

BACA JUGA : Waduh! Ada Isu 60% Produk Mamin PT Nestle Indonesia Tak Sehat – Imperiumdaily.com

Klarifikasi, menurut dia, bersifat krusial karena menyangkut kredibilitas BPOM sebagai lembaga pengawasan keamanan makanan dan obat-obatan yang beredar di pasar.

Mengingat Nestle merupakan korporasi multi nasional, Tulus juga berharap lembaga internasional, seperti World Health Organization (WHO) dapat turun tangan dalam menginvestigasi hal tersebut.

BACA JUGA : Pemkab Bangka Tengah Dorong UMKM Produksi Bahan Pangan Sesuai Standar – Noktahmerah.com

“Kalau tidak aman, tentu sifatnya bisa tanggung renteng (tanggung jawab bersama) Nestle juga dan BPOM selama ini sebagai pemberi sertifikasi bagaimana,” bebernya.

Produk Tidak Memenuhi Standar Kesehatan

Sebelumnya, diungkapkan sebuah dokumen internal Nestle yang menyatakan 60 persen produk mamin raksasa konsumer asal Swiss tersebut tidak memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

Hal tersebut juga diakui oleh perusahaan. “Beberapa kategori dan produk kami tidak akan pernah sehat bagaimanapun caranya banyak yang kami renovasi,” ungkap Nestle, dilansir Financial Times, Minggu (6/6).

Menurut dokumen internal Nestle yang ditinjau Financial Times, hanya 37 persen dari produk perusahaan mendapat peringkat di atas 3,5 dalam sistem peringkat kesehatan Australia.

Perhitungan itu tak termasuk untuk produk susu formula bayi, makanan hewan peliharaan dan nutrisi medis khusus.

Sistem peringkat itu menilai produk makanan dengan memberi angka maksimal 5. Sementara, 3,5 merupakan ambang batas produk makanan yang sesuai dengan standar kesehatan.

Perhitungan itu meliputi makanan dan minuman secara keseluruhan. Ada sekitar 70 persen produk Nestle gagal memenuhi ambang batas itu. Lebih rinci, sebanyak 96 persen minuman dan 99 persen produk manisan dan es krim Nestle.

Pun demikian, sebanyak 82 persen produk air dan 60 persen produk susu memenuhi nilai ambang batas.(han)

Pos terkait

banner 468x60