spot_img
Minggu, 24 Oktober 2021
BerandaMetropolitanSusahnya Tagih Utang BLBI Rp 110 T ke 48 Obligor Termasuk Tommy

Susahnya Tagih Utang BLBI Rp 110 T ke 48 Obligor Termasuk Tommy

NOKTAHMERAH.COM – JAKARTA – Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi mengatakan sistem hukum yang berbeda antara Indonesia dengan negara lain membuat persoalan menjadi kompleks.

Meski begitu, pihaknya mengaku tidak akan lelah dan menyerah untuk menagih dana BLBI tersebut.

BACA JUGA : Begini Cerita Mega Skandal Korupsi BLBI

“Tentu terdapat sejumlah kendala yang dihadapi oleh Satgas BLBI, khususnya terkait dengan aset yang berada di luar negeri yang memiliki sistem hukum yang berbeda dengan sistem hukum di Indonesia,” kata Setia dalam konferensi pers, Jumat (27/8/2021).

Untuk itu, diperlukan strategi dengan melakukan pengepungan segala arah penjuru baik melalui pendekatan hukum, perpajakan, juga kerja sama Internasional. Mutual legal assistance (MLA) dan perjanjian ekstradisi yang masih jarang dilakukan disebut harus dimaksimalkan.

BACA JUGA : PN Jaksel Jadwalkan Hari Ini Sidang Perdana Praperadilan SP3 BLBI

“Upaya-upaya lainnya seperti melakukan gugatan keperdataan, pembekuan aset baik di dalam negeri maupun luar negeri termasuk perusahaan, melakukan pendalaman atas laporan aset para obligor dan kemungkinan adanya pelanggaran pajak di dalamnya, serta penguasaan fisik aset eks BLBI,” bebernya.

Setia juga mendorong semua pihak untuk segera memulai pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Hal itu diyakini akan membantu kerja Satgas BLBI.

BACA JUGA : Pokja Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI Dilantik

“Sebagai dasar penegak hukum melakukan pengejaran harta kekayaan para penjahat ekonomi untuk sebelum, selama, dan setelah proses persidangan,” kata Setia.

Hukum Perdata

Dalam kesempatan yang sama Ketua Harian Satgas BLBI, Rionald Silaban mengatakan kebanyakan obligor di luar negeri kini berada di Singapura. Pengejaran itu nantinya akan dipimpin oleh kejaksaan melalui Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).

BACA JUGA : KPK Putuskan Setop Kasus BLBI Sjamsul Nursalim dan Istri

“Pemanggilan sudah dilakukan untuk yang di luar negeri, kebanyakan ada di Singapura dan kami berkoordinasi dengan Duta Besar kita di Singapura,” ujar Rionald.

Meski begitu, Rionald yang juga sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mengatakan saat ini Satgas BLBI masih berfokus kepada pencarian obligor di dalam negeri.

BACA JUGA : GoPlay Luncurkan Ini Dangdut untuk Temani Malam Minggumu

“Karena kami percaya bahwa yang ada di dalam negeri masih banyak yang perlu kita temukan,” ucapnya.

Menagih dana kepada 48 obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp 110,45 triliun. Termasuk Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto tidak semudah membalikkan tangan.

Hal itu diakui oleh Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI karena ada aset yang berada di luar negeri.(sir)

+ posts
- Advertisement -
AnyFlip LightBox Embed Demo
BERITA TERBARU
- Advertisement -spot_img
Popular
terkait
- Advertisement -spot_img