DPP MARAS Bebaskan Tujuh Calon PMI yang Ditelantarkan di Jakarta

  • Whatsapp
DPP Maras menyelamatkan calon PMI dari Sumbawa yang ditelantarkan di Jakarta. Foto: Sirhan Sahri/nusadaily.com
banner 468x60

NOKTAHMERAH.COM-JAKARTA- DPP Masyarakat Perantau Sumbawa (MARAS) Jakarta, berhasil bebaskan calon PMI yang ditelantarkan, Kamis 25 Februari 2021. Ada lima dari tujuh wanita Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pulau Sumbawa yang ditelantarkan. Mereka menghuni sebuah rumah yang berada di Kawasan Condet.

BACA JUGA: Eks Buruh Migran Menjahit APD Lantaran Prihatin PMI Jember Kehabisan Stok – Imperiumdaily.com

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Buruh Migran Asal Jember Bisa Pulang dari Riyadh, Kena Denda Rp 5,6 Miliar, Delapan Tahun Berjuang – Nusadaily.com

Dalam pembebasan kelima korban tersebut, tim yang dibentuk oleh DPP MARAS itu berkoordinasi langsung dengan Polsek Setempat. Untuk mendampingi proses penjemputan terhadap calon PMI yang ditelantarkan selama dua minggu di Jakarta.

Lima wanita yang dijanjikan dipekerjakan ke negara Arab Saudi sebagai Asisten rumah tangga ini ditolong. Untuk sementara dititipkan di Balai Pusat Penampungan Migran Indonesia ( BP2MI) DKI Jakarta Ciracas.

Siti Hajar ( 44 Tahun ) salah satu korban asal Desa Brora Kecamatan Lopok Sumbawa saat ditemui Nusadaily.com Jumat (26/2/2021) sore memberi cerita. Dirinya tergiur janji manis dari seorang sponsor di kampungnya jika ingin bekerja di luar negeri tanpa biaya sepersenpun. Bahkan pembuatan paspor dan visa ditanggung oleh sponsor.

” Karena tanpa biaya kamipun menyetujui untuk ikut. Setelah paspor sudah jadi kamipun langsung di berangkatkan ke Jakarta. Janjinya setelah dua atau tiga akan di berangkat ke Saudi,” ujar Siti Hajar.

Bukan itu saja, Siti Hajar mengaku dia bersama teman-temannya telah menerima uang fee saat tiba di Jakarta. Besaran satu sama lain berbeda dengan nominal Rp 3 juta sampai Rp 6 juta.

“Setelah dua minggu berada di Jakarta kami menanyakan kembali kepastian keberangkatan kepada sponsor itu. Namun tidak pernah ada jawaban,” jelas wanita yang juga pernah menjadi PMI beberapa tahun silam ini.

Masih kata Siti, dengan tidak adanya jawaban dari sang sponsor, Siti mencoba menjelaskan kepada keluarganya di Sumbawa. Tentang permasalahan yang dialaminya. Kemudian salah satu kerabat Siti menghubungi Sultan Khairuddin IV yang kebetulan berada di Jakarta. Hingga akhirnya diteruskan ke DPP MARAS untuk ditindak lanjuti .

“Saya dan teman-teman ingin kembali ke kampung secepatnya. Karena jika terus bertahan kami akan menambah beban keluarga di kampung,” pinta Siti yang diamini oleh ke empat temannya.

DPP MARAS Kerap Selamatkan PMI Sumbawa

Sementara itu Ketua DPP MARAS Andre Sambora pihaknya sangat menyayangkan dengan adanya peristiwa ini. Dirinya mengaku kejadian ini sering kali terjadi. Bahkan baru-baru ini dirinya telah menyelamatkan puluhan PMI warga Sumbawa. Mereka ditelantarkan di wilayah Serang Banten.

“Hal ini tidak akan mungkin terjadi jika keluarga atau suami dari si korban tidak mudah memberikan izin. Keinginan mereka untuk bekerja di luar negeri. Tanpa mengecek perusahaan itu resmi atau tidak,” jelas Andre Sambora.

Dia juga menjelaskan bahwa dalam masa Pandemi COVID-19 ini. Semua negara pastinya menutup akses bagi PMI yang ingin mengais rezeki di negaranya, terlebih Arab Saudi.

“Di tengah kondisi seperti ini semua negara melakukan lockdown. Untuk itu kami akan memulangkan mereka ke daerah asal mereka masing-masing. Namun begitu bagi mereka yang tidak ingin pulang ke kampung dan ingin bekerja di Jakarta. Insha Allah akan kami fasilitasi dan mencarikan pekerjaan bagi mereka yang berasal dari Sumbawa,” paparnya.

Senada dengan Ketua MARAS , Kepala Seksi BP2MI DKI Jakarta Juni memberi penjelasan. Masa Pandemi COVID-19 tidak ada lowongan bagi PMI di beberapa negara apalagi Saudi Arabia. Sebab telah melaksanakan Lockdown. Menurutnya kalaupun ada Pemberangkatan PMI mungkin itu jalur tidak resmi.

” Ya lebih baik pulangkan saja mereka. Daripada mereka harus menunggu berlama-lama di sini dengan ketidak pastian Pandemi COVID-19,” ujar Juni.

Sebagai Informasi Kelima Wanita yang dibebaskan tersebut adalah Siti Hajar (44 tahun) warga Desa Brora kecamatan Lopok Sumbawa. Mastari (43 tahun) warga Desa Jurumapin Kecamatan Buer Sumbawa, Komala Dewi (38 tahun) warga Muir Kecamatan Plampang Sumbawa. Nurhayati warga Desa Kuanggo Kecamatan Manggelawa Dompu. Terakhir Megawati (20 Tahun ) warga Manganae Dompu.

Sementara untuk kedua calon PMI sebelumnya dikabarkan belum dapat ditemukan. Akhirnya didapatkan informasi keberadaan mereka di wilayah Purwakarta. Rencananya Tim DPP Maras akan menjemput hari ini Sabtu 27 Februari 2021.(sir/cak)