Senin, 6 Desember 2021
BerandaInternationalJangan Remehkan Perempuan! Ini 5 Negara dengan Kepala Pemerintah Perempuan

Jangan Remehkan Perempuan! Ini 5 Negara dengan Kepala Pemerintah Perempuan

NOKTAHMERAH.COM – JAKARTA – Dalam susunan kabinet Taliban yang diumumkan baru-baru ini, tidak ada perempuan di dalamnya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Rektor IIQ Wafat, Gus Jazil sebut Prof. Dr. Huzaemah Teladan Para Ulama Perempuan Indonesia

Mengutip Associated Press, dari 33 anggota kabinet sementara yang sejauh ini diumumkan, seluruhnya merupakan petinggi veteran yang pernah memerintah di rezim Taliban pada 1996-2001, yang semuanya adalah pria.

Padahal, berbagai negara telah memberikan ruang bagi perempuan untuk masuk ke dalam kabinet. Bahkan, ada beberapa kepala negara yang dijabat perempuan-perempuan tangguh.

Ini negara-negara yang saat ini dipimpin perempuan:

1. Jerman
Jerman dipimpin oleh Angela Merkel. Sudah 16 tahun ia memimpin Jerman. Ia menjabat sebagai kanselir Jerman sejak tahun 2005.

Pada November 2018, Merkel mengundurkan diri sebagai pemimpin partai Uni Demokratik Kristen dan mengumumkan bahwa ia tidak akan menjabat lagi sebagai kanselir. Merkel dikenal sebagai pemimpin yang tegas. Melansir Forbes, ia berani menentang Trump dan mengizinkan lebih dari satu juta pengungsi Suriah masuk ke Jerman.

Merkel pernah mendapatkan predikat “Person of the Year” oleh Majalah Time di tahun 2015. Predikat ini ia raih mengingat usaha dan kesabarannya dalam menyelesaikan krisis mata uang Euro, dikutip Time.

2. Bangladesh
Bangladesh juga tengah dipimpin perempuan. Sheikh Hasina Wajed, perdana menteri terlama dalam sejarah Bangladesh, saat ini menjalani masa jabatan keempatnya. Melansir Forbes, ia masuk dalam partai Liga Awami Bangladesh, memenangkan 288 dari 300 kursi parlemen negara itu.

Rencananya, Hasina akan memfokuskan diri pada permasalahan ketahanan pangan, akses pendidikan, dan perawatan kesehatan.

Namun, ada beberapa kontroversi dalam jabatan Hasina, salah satunya Undang-Undang Keamanan Digital. Aturan ini memungkinkan pendukung Hasina melakukan pelecehan kepada jurnalis dan blogger yang mengganggu pihak berwenang.

Dua tahun setelah aturan ini berlaku, sekitar 400 orang diadili, dengan lebih dari 70 jurnalis dan blogger di dalamnya. Melansir RSF, mereka yang dipenjara mengalami kondisi mengerikan sehingga salah satu dari mereka, Mushtaq Ahmed, meninggal di penjara pada Februari 2021.

BACA JUGA: Polres Nagan Raya Amankan Perempuan Terduga Mucikari Prostitusi Online

3. Taiwan
Tsai Ing Wen menjabat sebagai Presiden Taiwan hingga kini. Mengutip Forbes, perempuan kelahiran 1956 ini adalah pemimpin perempuan pertama di Taiwan. Kepemimpinan Tsai mulai dilirik global ketika ia melembagakan program pelacakan dan penelusuran yang ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Saat ini, ambisi Tsai ialah membuat Taiwan menjadi negara yang tak tergantikan dengan merangsang ekonomi di bidang biotek, pertahanan, dan energi hijau. Tsai juga dikenal dengan gaya kepemimpinan profesional, dinamis, tangguh, dan pekerja keras.

4. Selandia Baru
Saat ini Selandia Baru dipimpin oleh Jacinda Ardern. Sebelum menjabat sebagai perdana menteri, ia pernah menjadi staf mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark.

Perempuan kelahiran 1980 ini dikenal akan kebijakan tegasnya dalam menangani Covid-19.

Pada Agustus ini, Ardern bahkan menutup seluruh negara ketika ada satu kasus positif Covid-19 terdeteksi. Kebijakan lockdown ini diterapkan selama tiga hari. Namun, penerapan lockdown di berbagai wilayah berbeda.

Lockdown di Auckland dan Coromandel akan berlaku selama tujuh hari, mengingat pasien Covid-19 yang terdeteksi sempat menghabiskan waktu di kedua daerah tersebut.

“Hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk keluar dari masalah ini secepat mungkin adalah menerapkan kebijakan yang keras. Kami memutuskan lebih baik menerapkan aturan langsung ketat, baru dilonggarkan, daripada virus keburu menyebar dengan cepat,” tutur Ardern.

5. Finlandia
Finlandia kini juga dipimpin oleh perdana menteri perempuan. Sanna Marin namanya, Perdana Menteri Finlandia termuda yang dilantik di umur 34 tahun.

Sebagaimana dilansir New York Times, Marin mulai populer ketika ia menjabat sebagai kepala Dewan Kota Tampere dari 2013 hingga 2017. Kepopuleran ini berasal dari hangatnya video Youtube yang berisi debatnya yang kontroversial.

“Dia sangat terpusat pada kebijakan dan masalah, jadi dia ingin berbicara tentang kebijakan, bukan menarik perhatian pada dirinya sendiri,” ujar Profesor Studi Gender di Universitas Tampere, Finlandia, Johanna Kantola.

Marin pernah menjadi anggota parlemen di 2015. Pada 2019, ia terpilih menjadi Menteri Transportasi dan Komunikasi Finlandia. Marin juga fokus pada pemerintahan yang menjamin hak asasi manusia dan kesetaraan warga Finlandia.

BACA JUGA: Dokter Ajak Perempuan Lebih Peduli dengan Kanker Serviks

“Bagi saya, hak asasi manusia dan kesetaraan orang tidak pernah menjadi pertanyaan opini, tetapi dasar dari konsepsi moral saya,” kata Maris dalam sebuah pernyataan di situs webnya.

“Saya bergabung dengan politik karena saya ingin mempengaruhi bagaimana masyarakat melihat warganya dan hak-hak mereka.”(han)

+ posts
- Advertisement -
AnyFlip LightBox Embed Demo
BERITA TERBARU
- Advertisement -spot_img
Popular
terkait
- Advertisement -spot_img