Kedubes AS di Baghdad Nyaris Diroket, Dunia Makin Cemas

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BAGHDAD – Balas dendam Iran kepada Amerika Serikat (AS) atas terbunuhnya Jenderal Besar Iran Qassim Soleimani terus berlangsung. Namun Presiden AS Donald Trump mengecilkan serangan Iran itu. Dunia pun cemas. Harga minyak anjlok. Perang Dunia III dikhawatirkan meletup dari kawasan Teluk ini.

Serangan Iran dilakukan lagi setelah dua roket mendarat di Zona Hijau Baghdad dengan penjagaan ketat pada Rabu 8 Januari 2020. Zona itu menjadi kawasan bagi misi asing dan juga gedung pemerintah. Tak ada korban dalam serangan tersebut, demikian militer Irak.

Baca Juga

Sirene di Zona Hijau berbunyi. Sumber Kepolisian mengatakan kepada Reuters sedikitnya satu roket jatuh 100 meter dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.

“Dua roket Katyusha jatuh di Zona Hijau tanpa menimbulkan korban. Penjelasan lebih lanjut nanti,” kata militer.

Dua ledakan keras yang disusul oleh suara sirene terdengar di Baghdad, menurut wartawan Reuters. Tidak ada pihak yang langsung bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun banyak yang menyebut Iran di baliknya.

Iran meluncurkan sejumlah roket terhadap pasukan AS di Irak sebagai aksi balasan atas kematian Jenderal Besar Iran Qassim Soleimani, yang tewas akibat serangan AS pekan dan menimbulkan kekhawatiran perang yang lebih luas di Timur Tengah.

Namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu (8/1), menyatakan tidak ada warga Amerika yang terluka akibat serangan roket Iran terhadap pangkalan militer, yang menampung pasukan AS di Irak. Trump juga mendesak agar negara besar dunia mengukir kesepakatan nuklir baru dengan Teheran.

“Tidak ada warga Amerika yang cedera dalam serangan Rabu malam oleh rezim Iran. Tidak ada korban di pihak kita,” ujar Trump dalam pidato di Gedung Putih yang mengisyaratkan keinginan untuk meredakan krisis dengan Iran.

“Faktanya bahwa kita mempunyai militer serta peralatan tempur yang luar biasa, namun bukan berarti kita harus menggunakan itu. Kita tidak mau menggunakannya. Kekuatan Amerika, baik militer maupun ekonomi, merupakan pencegah terbaik,” katanya.

Trump berhenti membuat ancaman langsung berupa aksi militer terhadap Iran. Ia mendesak kekuatan dunia, termasuk Rusia dan China, meninggalkan kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran dan membuat perjanjian baru. “Kita semua harus bekerja sama untuk membuat perjanjian dengan Iran yang menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih aman dan damai,” katanya.

Dunia semakin cemas melihat kondisi di Timur Tengah. Harga minyak jatuh pada penutupan hari Rabu (8/1), membalikkan lonjakan dalam perdagangan semalam setelah Presiden AS Donald Trump “mengecilkan” serangan rudal Iran terhadap pasukan AS di Irak. Analis mengatakan pedagang telah menafsirkan komentar itu sebagai langkah menuju eskalasi.

Harga patokan minyak AS, West Texas Intermediate IWTI) untuk pengiriman Februari turun 3,09 dolar AS menjadi mantap pada 59,61 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara harga minyak patokan internasional, brent untuk pengiriman Maret turun 2,83 dolar AS menjadi ditutup pada 65,44 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. (ant,gas)

Post Terkait

banner 468x60