Hasil Geledah Kantor UKPBJ Jember, Polisi: Besok Selesai Salat Jumat Kita Rilis

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Pihak kepolisian masih membuka sedikit informasi mengenai barang-barang yang disita dari kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Jember.

Bacaan Lainnya

“Ya memang ada penggeledahan. Kami sita beberapa data dan print out,” beber Kasatreskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiraguna, Kamis 27 Mei 2021.

Komang membenarkan bahwa penggeledahan data di UKPBJ berkaitan dengan penanganan kasus dugaan korupsi rehab Pasar Balung Kulon dari program revitalisasi pasar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Jember.

Melalui dana APBD Jember tahun 2019 silam rehab Pasar Balung Kulon dijalankan Disperindag dengan memilih rekanan lewat proses tender di UKPBJ.

Komang menjelaskan, dirinya baru mendapat perintah dari atasannya untuk melakukan transparansi kepada publik karena kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

“Barusan dari Pak Kapolres agar besok setelah selesai salat Jumat kita rilis. Nanti untuk pemberitahuan (waktunya) melalui Kabag Humas,” terang Komang.

Seperti diketahui, polisi melakukan penyelidikan sejak bulan April 2020 silam. Aparat menduga telah terjadi penyimpangan pada kontruksi rehab Pasar Balung Kulon.

Kemudian pada bulan November 2020 silam, polisi menaikkan tahap penanganan menjadi penyidikan dengan mengirim pemberitahuan SPDP kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Pengerjaan Pasar Balung Kulon Tahun 2019

Proyek rehab Pasar Balung Kulon merupakan salah satu bagian dari program revitalisasi pasar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Jember. Pengerjaannya dilakukan pada tahun 2019 dengan pagu anggaran sebanyak Rp7,5 miliar.

Padahal, ketika itu Disperindag sendiri sedang diterpa masalah dari program revitalisasi pasar tahun 2018, lantaran Kejari Jember menyelidiki proyek rehab Pasar Manggisan.

Sehingga Bupati Jember kala itu itu Faida memutasi Kepala Disperindag Anas Ma’ruf menjadi Kepala Dinas Pariwisata. Posisi Anas lantas diberikan dengan status Pelaksana Tugas (Plt) ke Danang Andri Asmara yang sekaligus merangkap jabatan Kepala Bagian Umum.

Belakangan, Pasar Manggisan benar-benar membelit pihak terkait. Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis bersalah kepada Anas bersama dengan Edy Sandhy Abdurrahman dari PT Dita Putri Waranawa serta Muhamad Fariz Nurhidayat unsur pegawai lepas PT Maksi Solusi Enjinering.

Kejaksaan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas bebasnya bos PT Maksi Solusi Enjinering yakni Irawan Sugeng Widodo alias Dodik. Saat ini kejaksaan juga sedang menghadapi persidangan di Pengadilan Tipikor atas dua orang terdakwa tambahan, yaitu Agus Salim dan Muhamad Hadi Sakti. (sut/aka)

Pos terkait

banner 468x60