Diduga Juga Korban Kekerasan, Ketiga Siswi SPI Sodorkan Bukti Foto Bekas Penganiayaan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu bersama Komnas Perlindungan Anak (PA) memberikan pendampingan kepada tiga siswi pelecehan seksual. 3 dari 15 siswi itu melaporkan ke Polda Jatim atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) berinisial JE.

Bacaan Lainnya

Ketiganya menjalani visum di RS Bhayangkara Polda Jatim (Senin, 31/5). Kepala DP3AP2KB Kota Batu, menuturkan proses visum berjalan sekitar 7 jam. Menurut Furqon, para pelapor itu bukan hanya menceritakan kejadian pahit yang menderanya. Melainkan juga menyodorkan bukti-bukti foto bekas luka penganiayaan yang dilakukan terlapor, JE. Foto-foto bekas luka karena penganiayaan tersebut merupakan dokumentasi milik korban yang disimpan sejak beberapa tahun lalu.

“Menunjukkan ada luka lebam di beberapa bagian tubuh hingga bibirnya pecah karena tamparan. Apa yang disangkakan dibuktikan dengan berbagai alat bukti. Meski begitu, praduga tidak bersalah tetap harus dijunjung tinggi sampai adanya putusan pengadilan,” tegas Furqon.

Lebih lanjut, Furqon menuturkan, instansinya akan memberikan pendampingan secara psikologis kepada setiap korban dan pihak keluarganya. “Untuk memulihkan kondisi korban, kami juga akan melakukan trauma healing. Karena jika benar-benar terbukti, dampak pada kondisi psikologis sangat luar biasa. . Sehingga harus memerlukan penanganan yang luar biasa pula,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko yang dihubungi melalui saluran telepon menuturkan, laporan dari tiga korban yang didampingi Komnas PA telah diterima kepolisian pada Sabtu kemarin (29/5).

Selanjutnya, setelah menerima laporan, pihak kepolisian akan melakukan rekonstruksi perkara atas pelecehan seksual. Komnas PA menyebutkan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan JE dimulai sejak 2009, 2011 dan pada 2020 lalu..

“Dari hasil gelar nanti ini. Kemudian bisa menentukan apa langkah langkahnya. Ada gelar perkara dulu, nanti kami koordinasi dengan Komnas PA. Dari serangkain bukti yang ada, nanti akan kami kaji,” terangnya.

Disebutkan, hingga saat ini masih 3 anak yang telah melaporkan secara resmi. Namun dikatakan, dari ke 3 anak tersebut hanya ada 1 berkas laporan yang disampaikan karena obyek materinya sama. “Yang jelas pekan ini kami melakukan pemeriksaan. Tapi kami koordinasi dulu dengan Komnas PA,” tuturnya.(wok/aka)

Pos terkait

banner 468x60