Wabah PMK Tak Pengaruhi Penjualan Daging Sapi di Kota Mojokerto

5
daging sapi
Ilustrasi pedagang daging sapi di Mojokerto. (Radarmojokerto)

NOKTAHMERAH.COM – KOTA MOJOKERTO – Merebaknya wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang menyerang hewan ternak di sejumlah wilayah Jawa Timur, rupanya tidak memengaruhi penjualan daging sapi di Kota Mojokerto.

Imron (48), salah satu pedagang daging Sapi di Pasar Tanjung Anyar, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto mengatakan, hingga kini harga daging sapi masih stabil. Bahkan terhitung mengalami kenaikan semenjak menjelang lebaran.

“Daging sapi naik dari biasanya Rp120 ribu menjadi kisaran Rp130 ribu dari sebelum lebaran. Ndak ada hubungannya sama penyakit,” kata Imron yang sehari-hari berdagang daging sapi didampingi istrinya, Lulus.

BACA JUGA: Ini Kata Khofifah Soal Wabah PMK di Mojokerto

Akan tetapi, meski harga naik, pasokan daging sapi dari wilayahnya cukup mengalami kesulitan. Imron memperkirakan hal ini akibat ditutupnya sejumlah pasar hewan untuk menekan penyebaran virus PMK.

Imron pun harus memasok sapi dari luar daerah untuk kemudian disembelih dan dijual di Pasar Tanjung Anyar.

“Cuma pasokan ini agak sulit. Pasar hewan kan banyak yang ditutup. Akhirnya ambil sapi dari Nganjuk dan Pare,” paparnya, Jumat (13/5/2022).

Dalam sehari, Imron mengaku dapat menjual daging sapi hingga dua kwintal setengah. Semenjak ada wabah PMK pun, jumlah tersebut tidak mengalami penurunan.